HYPERTHYROID alias HIPERTIROIDISME

Hyperthyroid ATAU Hipertiroidisme adalah suatu kondisi di mana terdapat terlalu banyak hormon thyroid di dalam tubuh, karena kelenjar thyroid memproduksinya terlalu banyak. Kelenjar thyroid terletak di bagian depan tengah leher yang bila diraba ikut bergerak bila kita melakukan gerakan menelan. Fungsi utamanya adalah mengatur metabolisme tubuh yang merubah makanan menjadi tenaga.  Kondisi hyperthyroid ini dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan resiko untuk terkena penyakit jantung, osteoporosis, masalah dalam kehamilan, dll.

Banyak juga yang mengatakan bahwa kondisi tubuh ketika kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi. Hormon tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid, dan berperan dalam berbagai proses metabolisme. Oleh sebab itu, gangguan pada hormon ini akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Hyperthyroid ATAU Hipertiroidisme lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa muncul pada usia berapapun, termasuk ketika masih anak-anak. Tapi biasanya muncul ketika memasuki usia 20-40 tahun.

Picture

Gejala Hyperthyroid ATAU Hipertiroidisme

Tiroid adalah kelenjar di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme dan fungsi normal tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mempengaruhi denyut jantung, otot, juga tulang. Percepatan metabolisme akibat hipertiroidisme bisa menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh manusia. Tiap penderita bisa mengalami tingkat keparahan, jangkauan, dan frekuensi gejala yang berbeda-beda.

Gejala yang umumnya ditemukan pada penderita Hyperthyroid ATAU hipertiroidisme adalah:

  • Berat badan turun tanpa alasan yang jelas.
  • Hiperaktif. Penderita menjadi tidak akan bisa diam dan dipenuhi perasaan cemas.
  • Mudah marah dan emosional.
  • Insomnia atau kesulitan untuk tidur pada malam hari.
  • Konsentrasi menurun.
  • Berkeringat secara berlebihan dan sensitif terhadap suhu panas.
  • Libido menurun.
  • Otot terasa lemas.
  • Diare.
  • Kemandulan.
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, jarang, atau berhenti sekaligus.
  • Pada penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menyebabkan rasa haus dan sangat lelah.

Selain itu terdapat juga tanda klinis atau gejala lain yang mungkin dapat ditemukan pada penderita hipertiroidisme, antara lain:

  • Pembesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada leher.
  • Palpitasi atau denyut jantung yang cepat dan/atau tidak beraturan.
  • Kulit yang hangat dan lembap.
  • Kedutan otot.
  • Tremor atau gemetaran.
  • Munculnya biduran (urtikaria) atau ruam.
  • Rambut rontok secara tidak merata.
  • Telapak tangan berwarna kemerahan.
  • Struktur kuku melonggar.

Awalnya gejala yang muncul mungkin bersifat ringan, tapi ketika kadar tiroksin dalam darah meningkat, gejala akan bertambah parah.

Jika terjadi gejala-gejala seperti pusing, napas pendek, detak jantung cepat dan tidak beraturan, atau kehilangan kesadaran, disarankan untuk segera menemui dokter atau ke rumah sakit terdekat agar dapat ditangani dengan cepat.

Penyebab Hyperthyroid ATAU Hipertiroidisme

Kelenjar tiroid memproduksi dua jenis hormon, yaitu triiodotiroin (T3) dan tiroksin (T4). Setiap hormon berfungsi untuk mengatur sel dan cara kerja tubuh. Umumnya, kelenjar tiroid akan memproduksi hormon dalam jumlah yang tepat. Namun dalam kondisi tertentu, produksi hormon dapat dilakukan secara berlebih, terutama tiroksin (T4).

Banyaknya hormon tiroksin yang diproduksi kelenjar tiroid dalam tubuh bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit Graves, obat amiodaron, suplemen iodine, nodul tiroid, kanker tiroid, tiroiditis, kehamilan atau tumor adenoma hiposisis. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing kondisi yang dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi sangat aktif memproduksi hormon tiroksin.

Jenis dan Penyebab Hyperthyroid pada Dewasa

1.     Diffuse Toxic Goiter (Grave’s Disease)
Merupakan kasus yang paling sering. Disebabkan oleh antibodi di dalam tubuh yang menstimulasi kelenjar thyroid untuk membesar dan memproduksi lebih banyak hormon thyroid.

  • Penyakit Graves Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh penyakit Graves, yaitu suatu kondisi yang terjadi akibat kelainan sistem autoimun yang menyerang tubuh dan meningkatkan produksi hormon tiroksin pada kelenjar tiroid. Penyakit Graves bisa muncul pada usia berapa pun, terutama pada wanita usia 20-40 tahun. Belum diketahui kondisi apa yang menyebabkan kelainan autoimun terjadi, tetapi faktor lingkungan dan keturunan dianggap berperan pada kemunculan kelainan ini.

Selain hipertiroidisme, penyakit Graves juga dapat mengakibatkan penglihatan menjadi tidak nyaman dan kabur. Hal tersebut ditandai dengan bola mata yang terlihat menonjol keluar.

2.     Toxic Adenoma (nodul panas)
Disebut sebagai tumor thyroid di mana kelenjarnya membesar sehingga memproduksi lebih banyak hormon.

  • Kanker tiroid Kanker tiroid tergolong sangat langka. Jika sel-sel yang mengalami keganasan mulai menghasilkan banyak hormon tiroksin, maka penderitanya bisa mengalami hipertiroidisme. Kondisi ini umumnya menyerang penderita berusia 30 tahun ke atas dan dapat dipulihkan.

3.     Toxic Multinodular Goiter (Plummer’s Disease)
Terbentuk nodul thyroid yang multiple sehingga produksi hormon thyroid menjadi tinggi.

  • Nodul tiroid Nodul tiroid adalah gumpalan yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid tanpa sebab yang jelas. Meski bersifat jinak dan tidak menyebabkan kanker, nodul bisa mengandung jaringan tiroid yang abnormal.Gumpalan ini berdampak kepada peningkatan produksi tiroksin dalam tubuh dan berakibat pada hipertiroidisme, khususnya pada penderita berusia diatas 60 tahun.

4.     Subacute Thyroiditis
Peradangan pada kelenjar thyroid yang disebabkan oleh infeksi virus atau disebabkan oleh proses yang terjadi paska melahirkan.  Saat meradang akan diproduksi lebih banyak hormon thyroid.  90% kasus sembuh tanpa pengobatan.

  • Tiroiditis Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau saat tubuh memproduksi antibodi yang dapat merusak kelenjar tiroid. Kerusakan ini dapat menyebabkan kebocoran hormon tiroksin yang pada akhirnya menyebabkan hipertiroidisme.

5.     Drug-Induced Hyperthyroidism
Membesarnya kelenjar karena efek dari obat yang biasanya sudah didahului oleh kelenjar thyroid yang memang mulai membesar. Contohnya obat yang mengandung iodium dan amiodarone.

  • Efek samping obat

Untuk memproduksi hormon tiroksin, kelenjar tiroid membutuhkan iodine yang terkandung di dalam makanan. Hormon tiroksin akan menjadi terlalu banyak dan  akhirnya menyebabkan hipertiroidisme jika seseorang mengonsumsi suplemen iodine atau obat yang mengandung zat tersebut (contohnya amiodarone).

Amiodarone merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi detak jantung yang tidak beraturan (aritmia).

Umumnya, hipertiroidisme akan membaik saat pengobatan dihentikan. Namun, proses penurunan kadar hormon akan memakan waktu beberapa bulan.

  • Kehamilan Saat hamil, wanita mengalami peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini dapat memicu terjadinya hipertiroidisme, khususnya pada kehamilan kembar dan pada kasus hamil anggur, di mana terdapat kadar hCG yang tinggi.
  • Tumor adenoma pada kelenjar hipofisis Ini merupakan tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar hipofisis atau pitutary, yaitu kelenjar yang terletak di dasar otak. Tumor tersebut dapat mempengaruhi tingkat produksi hormon tiroid.

Selain jenis kelamin dan keturunan, terdapat faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertiroidisme. Seseorang yang memiliki penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 dan penyakit Addison, lebih berisiko terkena kondisi ini. Perokok juga akan berisiko menderita penyakit Graves yang secara tidak langsung meningkatkan risiko terjadinya hipertiroidisme.

Pemeriksaan Penunjang Diagnosis

  1. TSH (thyroid stimulating hormone) yang akan menjadi rendah pada kasus hyperthyroid
  2. Free T4 (thyroxine). Merupakan hormon yang belum berikatan di dalam darah (bebas) akan menunjukkan angka tinggi. Tapi pada kasus ringan, bisa saja nilainya normal.
  3. Free T3 (triidothyronine). Bentuk dari hormon thyroid bebas yang 20-50 kali lebih aktif dari T4.  Akan menunjukkan angka yang tinggi ada hyperthyroid.
  4. T4 (thyroxin). Jumlah T4 total yang juga akan meningkat.
  5. TRAb (thyroid receptor antibody) atau <em “mso-bidi-font-style:=”” normal”=””>TSI (thyroid-stimulating immunoglobulins). Akan terdeteksi  pada lebih dari 50% penderita Grave’s disease.  Yang menyebabkan peningkatan produksi hormon thyroid dan yang merangsang kelenjar thyroid membesar.
  6. Selain pemeriksaan darah untuk 5 hal di atas, juga akan dilakukan pencitraan (thyroid scan) di kedokteran nuklir yang menggunakan 123-I (diminum) atau 99mTc (disuntikkan) sebelum difoto menggunakan kamera sinar Gamma. Pemeriksaan ini akan menentukan jenis dari hyperthyroid yang diderita. Bila kelenjar thyroid menyerap banyak isotop di atas mengindikasikan Grave’s disease, sedangkan kalau sedikit mengindikasikan toxic nodular goiter atau subacute thyroiditis.Bila tidak ada yang diserap mengindikasikan kondisi cold nodule.
  7. Bila dibutuhkan dapat dilakukan biopsi kelenjar thyroid terutama bila dicurigai suatu kasus tumor thyroid.

Diagnosis Hipertiroidisme

Untuk memastikan diagnosis terhadap hipertiroidisme, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien serta keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, dan beberapa pemeriksaan tambahan. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

  • Pemeriksaan fungsi tiroid

Pemeriksaan fungsi tiroid adalah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengetahui kadar thyroid-stimulating hormone/TSH (hormon yang merangsang kelenjar tiroid) dan kadar hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yaitu triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4).

Fungsi hormon perangsang kelenjar tiroid atau TSH adalah mengendalikan produksi tiroksin dan triiodotironin. Pada penderita hipertiroidisme, kadar TSH umumnya rendah, sedangkan kadar tiroksin dan triiodotironin menjadi tinggi.

Terkadang, hasil pemeriksaan ini memperlihatkan kadar TSH yang rendah, namun kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid tetap normal. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hipertiroidisme subklinis. Kondisi ini tidak selalu ditandai gejala dan perlu terus dimonitor untuk menghindari risiko penyakit tulang atau jantung. Hipertiroidisme subklinis biasanya pulih dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua bulan. Meskipun tidak memerlukan pengobatan, penderita hipertiroidisme subklinis tetap harus melakukan pemeriksaan fungsi tiroid secara rutin, untuk memantau kondisinya.

Selain pemeriksaan fungsi tiroid, pemeriksaan laju endap darah (LED) juga biasa dilakukan untuk memeriksa seberapa cepat sel darah merah mengendap di dasar tabung uji. Jika sel darah merah mengendap dengan cepat, maka ada kemungkinan terdapat peradangan pada kelenjar tiroid.

Jika diperlukan, pemeriksaan pendukung seperti pengecekan kadar trigliserida dan kolestrol juga dapat dilakukan.

  • Pencitraan tiroid isotop (thyroid scan)

Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah pasiendipastikan menderita hipertiroidisme. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi apa yang mendasari terjadinya hipertiroidisme.

Dalam pencitraan thyroid scan, pasien diminta untuk menelan suatu bahan yang mengandung zat radioaktif, dengan intensitas sangat rendah, sehingga tidak membahayakan tubuh. Yang paling umum digunakan adalah radioactive iodine. Setelah itu, dilakukan pemindaian untuk mengetahui berapa banyak isotop radiaktif yang diserap oleh kelenjar tiroid, selain juga untuk melihat bentuk kelenjar.

Jika isotop yang diserap oleh kelenjar tiroid cukup rendah, maka kondisi yang mungkin mendasari hipertioidisme adalah tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid), asupan yodium yang tinggi, atau kanker tiroid. Tapi jika kelenjar tiroid menyerap banyak isotop, kemungkinan besar penyebab hipertiroidisme adalah nodul tiroid atau penyakit Graves.

  • Pemindaian

Jika diperlukan, dapat dilakukan pemindaian seperti CT scan, MRI, dan USG, untuk mengetahui ukuran dan ketebalan kelenjar tiroid, serta risiko tumor.

Pengobatan Hipertiroidisme

Pengobatan yang diberikan terhadap penderita hipertiroidisme bergantung pada faktor usia, gejala yang dialami, dan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dalam darah. Di bawah ini adalah jenis-jenis pengobatan yang biasanya disarankan untuk mengatasi hipertiroidisme, di antaranya:

  • Thionamide Thionamide adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk menekan produksi hormon tiroksin dan triiodotironin. Contoh obat-obatan thionamide adalah carbimazole dan propylthiouracil. Obat ini perlu dikonsumsi sekitar 1-2 bulan agar bisa dilihat efektivitasnya terhadap hipertiroidisme.

Dosis thionamide akan diturunkan secara perlahan setelah produksi hormon oleh kelenjar tiroid mulai terkendali. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi pusing, mual, sakit persendian, nyeri perut dan ruam kulit yang gatal. Risiko mengalami hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) akibat pengobatan ini lebih kecil dibandingkan radioterapi. Pastikan untuk rutin memonitor kadar sel darah putih selama mengonsumsi obat-obatan ini.

  • Radioterapi Radioiodine adalah sejenis prosedur radioterapi untuk mengobati hipertiroidisme. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid akan berkurang ketika radioactive iodine (dalam tingkat rendah dan tidak berbahaya) menyusutkan kelenjar tiroid. Pengobatan radioiodine dapat berbentuk cair atau kapsul.

Pengobatan dengan bahan radioaktif ini tidak dianjurkan bagi:

  • Wanita yang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Orang yang mengalami gangguan mata, seperti pandangan kabur dan bola mata yang menonjol.

Setelah menjalani pengobatan radioiodine, seorang wanita tidak boleh hamil setidaknya enam bulan setelah pengobatan berakhir. Dan untuk pria, tidak boleh menghamili wanita setidaknya empat bulan setelah pengobatan radioiodine. Hindari juga kontak dengan wanita hamil atau anak-anak saat minggu awal pengobatan untuk menghindari penularan paparan radiasi.

Dosis pengobatan dengan radioiodine hanya diberikan satu kali. Jika diperlukan, pengobatan lanjutan diberikan setelah dosis pertama dengan jeda sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Untuk mempercepat pemulihan gejala, thionamide akan diberikan beberapa minggu sebelum pasien melakukan pengobatan radioiodine.

Keuntungan dari pengobatan dengan radioiodine adalah tingkat keberhasilannya yang sangat tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah risiko terjadinya hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) yang ditandai dengan gejala mulut atau mata kering, sakit tenggorokan, dan perubahan rasa di mulut. Disarankan untuk menggunakan obat ini dalam jangka waktu pendek untuk mengurangi bahaya paparan radiasi.

  • Beta-blocker Beta-blocker atau penghambat beta adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul akibat hipertiroidisme, seperti hiperaktif, detak jantung cepat, dan tremor. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asma.

Beta-blocker diberikan setelah produksi hormon kelenjar tiroid bisa dikendalikan dengan thionamide. Efek samping yang paling umum akibat obat ini adalah mual, nyeri perut, konstipasi, diare, pusing, kaki dan tangan menggigil, insomnia, dan selalu merasa lelah.

  • Operasi tiroid Operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi bisa bersifat parsial atau total. Disebut parsial jika hanya sebagian jaringan kelenjar yang diangkat, dan total jika seluruhnya diangkat. Berikut ini adalah beberapa alasan perlu dilakukannya prosedur operasi pengangkatan kelenjar tiroid, yaitu:
  • Jika hipertiroidisme muncul kembali setelah sebelumnya menjalani penanganan dengan thionamide.
  • Terjadi pembengkakan yang cukup parah pada kelenjar tiroid.
  • Tidak bisa dilakukan pengobatan radioiodine karena sedang hamil atau menyusui, serta tidak bisa dan/atau tidak mau melewati prosedur pengobatan dengan thionamide.
  • Pasien menderita gejala mata yang parah akibat penyakit Graves.

Untuk menghilangkan kemungkinan kambuh atau muncul kembali, disarankan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid yang ada. Mereka yang menjalani operasi tiroidektomi total diharuskan mengonsumsi obat-obatan seumur hidup untuk mengatasi hilangnya fungsi kelenjar tiroid di dalam tubuh.

Perawatan Saat Pengobatan

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk mendukung pengobatan dokter, seperti:

  • Mengikuti diet yang disarankan dokter
  • Mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup
  • Menjaga asupan kalori
  • Menjaga berat badan dan menghindari obesitas

Bagi penderita penyakit Graves, berikut adalah cara untuk meringankan gejala yang muncul pada kulit atau mata:

  • Menggunakan kacamata hitam agar terhindar dari panas atau angin kencang
  • Mengompres mata dengan air dingin untuk melembabkannya
  • Meneteskan tetes air mata sebagai pelumas mata untuk menekan rasa gatal atau kering di mata
  • Meninggikan kepala dari badan untuk mengurangi tekanan pada mata
  • Menggunakan krim oles (topikal) seperti hydrocortisone untuk mengurangi gejala kemerahan dan inflamasi pada kulit.

Penanganan Hyperthyroid
Dilakukan Sendiri

  • Meminum obat sesuai dengan dosis dan waktu yang dianjurkan oleh dokter. Biasanya harus pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Bila terjadi Grave’s ophthalmopahty, dapat menggunakan <em “mso-bidi-font-style:=”” normal”=””>sunglassesdan tetes mata steril untuk melindungi mata dan mengurangi keluhan pada mata.
  • Kurangi stress
  • Hindari stimulant seperti caffeine, taurin, dll.
  • Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.
  • Rajin kontrol ke dokter terutama saat dan setelah menjalani therapy.

Dilakukan Dokter

  • Terapi yang diberikan bertujuan menurunkan produksi hormon thyroid dan menghilangkan atau mengurangi keluhan.
  • Untuk mengatasi keluhan dokter akan memberikan beta-blockers.
  • Terapi akan dimulai dengan obat antithyroid. Misalnya methimazole dan Propylthiouracil (PTU).
  • Baru kemudian dilanjutkan dengan radioactive iodine ablation.  Sebagian besar kasus sembuh dengan terapi ini. Zat ini menghancurkan beberapa bagian dari kelenjar thyroid tapi tidak mencedrai bagian tubuh lainnya. Tapi tidak boleh diberikan untuk wanita hamil dan menyusui.
  • Kondisi penekanan hormon thyroid yang berlebih dapat mencetus kasus hypothyroid yang mengharuskan penderita meminum hormon thyroid seumur hidupnya (thyroid hormone replacement therapy).

Operasi

  • Operasi pengangkatan kelenjar thyroid (thyroidectomy) dilakukan bila therapy di atas tidak memberikan hasil yang memuaskan.
  • Pada kejadian overactive nodule pada jenis toxic adenoma atau toxic multinodular goiter pengangkatan dapat sebagian atau keseluruhan dari kelenjar thyroid.
  • Pada kasus Grave’s disease, kelenjar thyroid akan diangkat seluruhnya.
  • Sebagian besar sembuh dengan kondisi fungsi thyroid normal (euthyroid).
  • Pada kasus pengangkatan keseluruhan kelenjar thyroid, bila terjadi hypothyroid paska operasi maka pasien akan menjalani thyroid hormone replacement therapy sepanjang hidupnya.
  • Ada resiko kerusakan pita suara saat melakukan operasi thyroidectomydan gangguan regulasi kalsium dalam tubuh.

Komplikasi Akibat Hipertiroidisme

Seorang penderita hipertiroidisme berisiko mengalami komplikasi apabila kondisinya tidak ditangani. Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Oftalmopati Graves. Gangguan mata ini disebabkan oleh penyakit Graves. Gejala yang bisa muncul meliputi mata kering atau mengeluarkan air mata berlebihan, penglihatan kabur, mata bengkak, dan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya.
  • Keguguran dan preeklampsia. Wanita hamil dengan riwayat penyakit Graves atau yang menderita hipertiroidisme lebih berisiko mengalami komplikasi seperti keguguran, preeklampsia dan eklampsia (kejang-kejang pada masa kehamilan), kelahiran prematur, serta bayi dengan berat badan lahir rendah.
  • Hipotiroidisme. Dampak dari pengobatan terhadap hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroksin dan triiodotironin. Sebagai akibatnya, terjadilah hipotiroidisme. Beberapa gejala hipotiroidisme adalah kelelahan berlebihan, konstipasi, sensitif terhadap dingin, depresi, dan peningkatan berat badan.
  • Badai tiroid (thyroid storm). Ini adalah kondisi munculnya gejala yang parah dan tiba-tiba akibat sistem metabolisme yang berjalan terlalu cepat. Ini bisa terjadi ketika hipertiroidisme tidak ditangani atau tidak terdiagnosis. Selain itu, badai tiroid bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya infeksi, kehamilan, tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan kerusakan kelenjar tiroid akibat cedera pada leher. Badai tiroid merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera. Beberapa gejalanya meliputi nyeri dada, diare, demam, menggigil, merasa ketakutan dan kebingungan, kuning pada kulit dan bola mata.
  • Gangguan jantung, seperti detak jantung cepat, kelainan irama jantung, dan gagal jantung.
  • Osteoporosis atau tulang rapuh. Kekuatan tulang bergantung kepada jumlah kalsium dan mineral lain di dalamnya. Tubuh akan kesulitan memasukkan kalsium ke dalam tulang ketika terganggu dengan banyaknya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

 

Pencegahan Hyperthyroid

  • Tidak ada yang dapat dilakukan untuk kasus Grave’s disease karena merupakan penyakit turunan.  Sehingga Anda harus senantiasa rutin medical checkup untuk deteksi dini dan penanganan sebelum menjadi parah.
  • Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.  Karena selain faktor genetik tadi, merokok dan paparan asap rokok orang lain merupakan penyebab kedua kejadian hyperthyroid.

Semoga bermanfaat.

climate change not just about the weather

Climate change is about more than just the weather. For many low-lying island nations in the Pacific, it threatens local economies, food sources, drinking water–indeed, their very survival: Rising sea levels from the melting of polar ice caps are leaving entire islands at risk for flooding.

Perbedaan arti Prime Time

Prime Time arti sebenarnya jam 18.00 – 22.00 WIB. Berarti dalam interval waktu tersebut jasa pelayanan seharusnya tidak diperlukan untuk memberikan extra money bagi pemberi jasa layanan, karena beberapa faktor bisa memberikan tambahan keuntungan dapat dihasilkan yang dikarenakan dalam waktu tersebut para pembeli bertambah, makanya banyak cafe atau resto memberikan kesempatan ke pelabggan dengan bonus seperti buy 1 get 1 dan banyak lagi gift yg dijadikan sebagai penarik keuntungan.

Tapi ada beberapa jasa layanan publik malah memberikan extra charge ke pelanggan, dengan alasan waktu tersebut memberikan kenyamanan waktuke pelanggan sehingga perlu dikenakan biaya tambahan.

Itulah yang menjadikan bahan pemikiran kita sekarang, kenapa harus gratis kalo bisa bayar .

Apa yang salah ?

Immigration and America

Such a wonderful post

kanani mahelona

Immigrantsonboat

A few days ago, my longtime friend, Rodolfo Ramirez, became an American citizen. I was honored to be able to travel by train to New Haven, CT to witness his naturalization ceremony, along with his partner, John, and his dear friends, Maria, Gitte, Marge and Roberto. I have witnessed this wonderful, loving and talented man transition over the years from a young and magnetic coworker in Mexico City, to a wizened, mature and passionate teacher and resident of Connecticut, to a lifelong friend and confidant – and full-fledged citizen of the United States, to boot!

rodolfo-certificate-smile

PhotoEditor1357970366824

The train ride through New England, and the purpose for the journey, awakened the ghosts of the original American patriots who lived, defended and died here. It made me reflective of my own sense of what patriotism feels like, and what role immigration plays in the spirit of national pride.

Upon arrival at the grand, column-flanked…

View original post 833 more words